Lompat ke isi

Istana Siak Sri Indrapura

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Istana Siak
Istana Siak Sri Inderapura
Peta
Peta interaktif area Istana Siak
Informasi umum
JenisIstana
LokasiJalan Sultan Syarif Kasim, Siak, Riau, Indonesia
Koordinat0°47′41″N 102°02′56″E / 0.794810°N 102.048985°E / 0.794810; 102.048985
Mulai dibangun1889
Selesai dibangun1893
PemilikKesultanan Siak Sri Inderapura
Data teknis
Luas lantai1000 m²
Situs web
http://siakkab.go.id/istana-siak/
Istana Siak Sri Indrapura
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Peta
Peta interaktif Istana Siak Sri Indrapura
Cagar budaya Indonesia
KategoriBangunan
No. RegnasCB.442
Lokasi
keberadaan
Kabupaten Siak, Riau
No. SKKM.13/PW.007/MKP/2004
Tanggal SK3 Maret 2004
Tingkat SKMenteri
Pemilik Indonesia
PengelolaDinas Pariwisata Kabupaten Siak
Koordinat0°47′41″N 102°02′56″E / 0.7948123°N 102.0489865°E / 0.7948123; 102.0489865
Istana Siak Sri Indrapura di Indonesia Riau
Istana Siak Sri Indrapura
Istana Siak Sri Indrapura
Lokasi Istana Siak Sri Indrapura di Kabupaten Siak, Riau

Istana Siak Sri Indrapura (Jawi: ايستان سياق سري ايندراڤورا) atau Istana Asserayah Hasyimiah[1] atau Istana Matahari Timur merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang selesai dibangun pada tahun 1893. Kini istana ini masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Siak.[2]

Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.[3]

Ruangan Sultan Syarif Kasim

Istana Siak memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan di samping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta. Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana. Di puncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana. Sementara pada halaman istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana, kemudian di sebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil yang dahulunya digunakan sebagai penjara sementara.[4]

Koleksi Museum Istana Siak mencakup berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan dan pemerintahan Kesultanan Siak. Di antara koleksi yang dimiliki terdapat cendera mata yang diterima dari kerajaan-kerajaan lain pada masa pemerintahan Sultan Siak ke-11 dan ke-12, serta dokumentasi berupa foto-foto keluarga kerajaan. Museum ini juga menyimpan beragam perlengkapan dan atribut kerajaan, seperti tombak, keris, meriam, cermin mustika, kursi kebesaran, serta lampu kristal. Selain itu, terdapat koleksi keramik dari Tiongkok dan Eropa, peralatan makan berupa piring, gelas, dan sendok yang memuat lambang kerajaan, serta patung pualam Sultan yang menjadi salah satu koleksi ikonik museum. Koleksi-koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai hubungan diplomatik, kehidupan istana, serta perkembangan budaya material Kesultanan Siak pada masa lalu.[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ Galikano, Silvia (01 Agustus 2015). "Istana Matahari Timur, Bukti Kejayaan Kerajaan Siak di Riau". detikcom. detiktravel. Diakses tanggal 16 April 2017. {{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kali; Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ "PPKD Dokumen - Landing Page". admin.ppkd.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2024-08-12.
  3. ↑ "Istana Siak Sri Indrapura Jejak Arsitektur Islam Melayu di Tanah Riau | Republika Online Mobile". republika.co.id. Diakses tanggal 2024-09-18.
  4. ↑ bpcbsumbar (2021-01-22). "Istana Siak dalam Dimensi Sejarah dan Arkeologi". Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-09-18.
  5. ↑ Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 673-675